Jumat, 01 Februari 2019

The Joker (The Dark Knight : 2008) - Kisah Villain Terbesar Sepanjang Sejarah Perfilman Hollywood

I believe whatever doesn’t kill you simply makes you… stranger.” - Joker
Anda para penyuka Villain didunia per-filman Hollywood boleh saja mengidolakan Darth Vader sebagai The Greastest Villain All Of Time. tapi, jika kalian sudah menyaksikan bagaimana gila-nya tokoh Joker yang diperankan oleh mendiang Heath Ledger, maka kalian akan mengubah sudut pandang menjadi penggila Joker versi Heath Ledger ini.

sudah 10 tahun lalu Dark Knight dirilis, namun bukanlah sosok Batman yang diperankan oleh Christian Bale yang paling di ingat, tapi Joker. iya Joker... yang sampai sekarang, bagi para kritikus mengatakan bahwa, "inilah bagaimana sosok Villain lebih berpengaruh dari sang tokoh utama itu sendiri, yang tak lain adalah Batman".

kenapa demikian?, 

well, Christopher Nolan seperti melahirkan Joker dengan cara berfilosofi, bagaimana Joker versi Heath Ledger ini begitu dikenang dengan pola pikir dan sudut pandang melihat dunia dengan apa adanya.


Heath Ledger (1979-2008)
tidak akan mungkin filosofi itu bisa disampaikan dengan cara epik jika sang pemeran tidak bisa memerankan sang Joker dengan cara baik pula, teramat baik bahkan. Hingga isu yang beredar bahwa Heath Ledger meninggal karena mengalami depresi setelah terlalu mendalami karakter Joker, dan jika itu benar adanya. Maka tidak heran pula jika begitu banyak pujian yang ia dapatkan dan pantas diganjar sebagai Best Supporting Actor di Academy Award

Filosofi itu juga yang sampai sekarang, belum lagi saya temukan disetiap karakter Villain di film mancanegara, Bahkan seorang Thanos sekalipun walaupun sudah melenyapkan setengah dari populasi galaxy.

"It’s not about money. it's not about how many you can kill peoples. It’s about sending a message" - Joker
Joker, tidak melakukan tindak kejahatan bukan karena Uang, bukan karena ia Psikopat dan dengan tanpa alasan membunuh sembarang orang yang sedang berjalan, atau menembak siswa sekolah. Ia hanya ingin menyampaikan sebuah pesan.

iya, sebuah pesan bahwa. SEBAIK-BAIKNYA MANUSIA, TERSIMPAN SISI JAHAT DIDALAM DIRI MANUSIA.

"You see, their moral, their code it’s a bad joke. Dropped at the first sign of trouble. They’re only as good as the world allows them to be. I’ll show you, when the chips are down, these… these civilized people, they’ll eat each other". - Joker 
apakah kalian menyadarinya? terkadang orang-orang memandang diri sendiri yang berkaitan dengan kebaikan dan segala atribut didalamnya secara berlebihan, khususnya didalam konteks membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Apakah kita sering memperhatikannya?, saya tidak mengatakan bahwa semua ini buruk.

tapi, karena dengan kebiasaan ini menjadikan diri kita terlihat lebih baik dari orang lain bahkan sebaliknya dari kehidupan sebenarnya. Dan bahkan bisa menjadikan diri sendiri lebih Bermoral dan lebih sering merendahkan orang lain.

Childhood is when you idolize batman, Adulthood is when you realize that the Joker makes more sense
iya.. Mr. J memang lebih melihat dunia dengan apa adanya, dimana setiap manusia hanya perlu sedikit dorongan melakukan tindakan diluar batas, bahkan mampu menjadi penjahat seutuhnya..

filosofi dalam pengembangan karakter itulah yang menjadikan Sang Pangeran Kejahatan dari Kota Gotham ini mampu membuka mata saya dan sebagian orang yang sudah  mengenal keras nya dunia.

Masa kecil begitu mengidolakan sosok Batman, tapi saat dewasa sosok Joker lebih masuk akal dalam melihat dunia..

Last..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau baca yang mana?

Terhubung bersama kami

Kamu Pengunjung ke