Kamis, 20 Desember 2018

BumbleBee [ REVIEW INDONESIA ] - Nostalgia Transformers era 80an

Sinema Hidayah: Mobilku ternyata Autobots
Waktu pertama kali melihat trailer film BumbleBee ini saya punya harapan bagus, karena desain karakter para robot mengambil inspirasi dari serial kartun original nya. Jadi saya termasuk salah 1 orang yang menantikan film ini, walaupun saya bukan fans berat serial Transformers (tapi nonton semua filmnya di bioskop, day one pula, hadeh).

STORY (FIRST ACT)

Film dibuka dengan peperangan sengit antara 2 klan robot yang berperang di Cybertron. Yaitu antara klan Autobots yang melawan penindasan dari kaum Decepticons. Singkat cerita, kaum Autobots tersudut dan salah 1 prajurit terbaik mereka bernama B-124 terpaksa melarikan diri ke bumi.

Sialnya, B-124 tidak sengaja mendarat di area latihan militer Amerika. Sehingga B-124 dianggap sebagai ancaman dan diburu oleh tentara. B-124 berusaha melarikan diri dengan menyamar sebagai mobil jeep militer namun gagal dan tersudut di sebuah tambang.

Tiba-tiba dari atas langit datang sebuah pesawat tempur menembaki para tentara tersebut, ternyata pesawat tersebut adalah adalah salah 1 Decepticon yang menyamar. Bukan, ia bukan StarScream melainkan Blitzwing. Terjadi pertarungan sengit antar kedua robot ini, Blitzwing dengan begitu kejamnya mencabut "mesin vokal" Bumblebee (ini asal usul kenapa Bumblebee tidak bisa bicara di film Transormers 1). Untungnya Bumblebee berhasil balik melawan dan membunuh Blitzwing dengan rudal mematikan.

omaigat! bentuk robotnya keren banget - Gundam movie, take notes ya
Akibat pertarungan dahsyat ini, Bumblebee kehabisan energi dan memory-nya rusak. Namun sebelum ia mati total, bumblebee sempat mengambil bentuk mobil VW kodok sebagai penyamaran terakhirnya.

Cerita lalu beralih ke karakter cewek remaja bernama Charlie (yang diperankan dengan meyakinkan oleh Hailee Steinfeld). Charlie tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, hidup sebagai warga kelas menengah bawah, Charlie harus ikut bekerja sebagai karyawan indomaret penjual makanan. Diceritakan, Charlie ini memiliki seorang kakek pemilik bengkel mobil dimana ia bisa mengerjakan hobinya sebagai mekanik mobil.

Charlie akan berulang tahun ke-18 besok, namun sepertinya tidak ada yang perduli dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ia memaksa kakek pemilik bengkel mobil untuk memberikannya mobil VW Kodok tua sebagai hadiah ulang tahun, tapi dengan syarat ia bisa memperbaiki mobil tersebut. Singkat cerita, Charlie berhasil menghidupkan kembali mobil tersebut dan membawanya pulang kerumah.

Umur 18 tahun udah punya mobil, kalo di Indonesia udah jadi motivator ni bocah
Oke, sampai disini kalian mungkin sudah bisa menebak kelanjutan ceritanya. yup, ternyata mobilnya adalah B-124 yang hilang ingatan karena memorynya rusak. Charlie lalu memberinya nama Bumblebee karena ia tidak bisa bicara dan hanya mendengung. That's it, asal usul nama BumbleBee.

Kalau kamu pernah nonton film kartun lawas, The Iron Giant. Cerita Bumblebee di 2nd dan 3rd actnya mirip film tersebut. Kisah persahabatan antara bocah dan robot yang harus berhadapan dengan ancaman militer. Namun ternyata robot tersebut adalah mesin perang yang lupa ingatan.

Jangan tertipu, ini film bisa bikin kamu nangis-nangis
Bagaimana kelanjutan kisahnya? Sebaiknya kamu saksikan sendiri karena filmnya sedang tayang di bioskop. Saya merekomendasikan film ini karena ceritanya menyentuh, aksi-aksi robotnya keren dan kid friendly. Go See it!

HAL MENARIK

Selain visual robot-robotan yang keren, kita juga dikenalkan dengan duo robot penjahat dari klan Decepticon yang bisa berubah menjadi 2 macam kendaraan. Sungguh keren melihat pesawat jet berubah menjadi mobil lalu menjadi robot yang berlari, kamu harus liat sendiri deh.

meski decepticon itu robot penjahat, tapi desainnya juga gak kalah keren
Sesuai judulnya, film ini fokus kepada karakter Bumblebee. Mulai dari asal usul namanya, asal-usul siaran radio sebagai alat komunikasinya, hingga kenapa Bumblebee berubah bentuk dari VW Kodok menjadi Chevy Camarro di film Transfomers 1.

Tentu film Transfomers belum lengkap tanpa kehadiran Optimus Prime. Doi tampil di film ini, tapi porsinya tidak banyak, kesannya cuma seperti cameo saja. Tapi jangan kecil hati, karena walaupun cuma tampil sebentar, aksi Optimus di Cybertron sangatlah epic. Ada juga penampilan beberapa robot lain seperti shockwave, soundwave dan Cliffjumper.

Selain ceritanya yang lebih grounded, yang saya suka dari film ini adalah desain para robotnya yang benar-benar mendekati dengan serial kartunnya. Bulky, warna warni dengan sedikit perpaduan bentuk hewan. Beda jauh dengan film Tranformers sebelumnya yang terlalu bland, sehingga kita kesulitan membedakan karakter-karakter robot tersebut. Terlebih lagi, jumlah karakter dalam film ini tidak terlalu banyak, sehingga penonton dijamin bisa mengikuti mana robot yang jahat, mana yang baik.


Lihat betapa miripnya desain versi kartun dan live action ini!

FINAL VERDICT: 8/10

Bisa dibilang selain sebagai Prequel, film Bumblebee ini juga menjadi "penebus dosa" film -film transformers sebelumnya. Dengan fokus ke cerita yang lebih membumi, desain robot yang lebih berkarakter dan sinematografi yang lebih enak dilihat. Jujur saya suka sekali dengan setting kota pinggir pantai di film ini, rasanya pengen pindah ke sana saking bagusnya.

Anda fans original Tranformers? Pernah nonton kartun nya? Kamu bakal berasa nostalgia selama menyaksikan film ini. Sayangnya tidak ada megatron yang bisa berubah jadi pistol seperti di serial kartunnya, yah mungkin bakal ada di sequel. maybe.

1 komentar:

Mau baca yang mana?

Terhubung bersama kami

Kamu Pengunjung ke