Senin, 03 September 2018

Review Wiro Sableng "Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212"


Nusantara, abad ke-16, Wiro Sableng (Vino G Bastian), seorang pemuda, murid dari pendekar misterius bernama Sinto Gendeng (Ruth Marini), mendapat titah dari gurunya untuk meringkus Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto Gendeng yang berkhianat. Dalam perjalanannya mencari Mahesa Birawa, Wiro terlibat dalam suatu petualangan seru bersama dua sahabat barunya Anggini (Sherina Munaf) dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi). Pada akhirnya Wiro bukan hanya menguak rencana keji Mahesa Birawa, tetapi juga menemukan esensi sejati seorang pendekar.

****


Yeaaa...ha ha ha ha !! 
Kau bukan utamakan
Tegap gagah perkasa Siapa dia? Wiro Sableng! 
Pembela kebenaran, pembasmi kejahatan Inilah dia! 
Wiro Sableng!

Sudah sudah, jangan dinyanyikan nanti saya nggak jadi review. 
Sebelum menonton film ini, saya melepaskan dulu memori tentang pemeran Wiro Sableng terdahulu, Ken Ken. Sebenarnya sudah ada 5 aktor yang memerankan Wiro Sableng, dan terakhir diperankan oleh Vino.

Ken Ken adalah orang yang memerankan tokoh Wiro Sableng di serial TVnya sekitar tahun 90an. Jadi, kalau anda nonton ini jangan samakan tokoh Ken Ken sama Vino saat membawakan Wiro Sableng. Setiap orang punya kelebihannya masing-masing. Peringatan keras.



Balik bahas film Wiro Sableng 2018. 

Disini kita akan merasakan cita rasa lokal yang kuat banget. Mulai dari lokasi syuting, nama-nama tokohnya, suasana dan tokoh2nya. Saya rasa orang yang belum pernah mengenal Wiro Sableng, bisa menerima dan untuk menonton film Wiro Sableng ini. Jadi penonton tidak terlalu bingung dan bisa mengikuti cerita ini dengan baik. 

Vino G. Bastion, harus berbangga diri karena karya besar ayahnya (Bastian Tito) menjadi salah satu karya yang akan di kenang sepanjang masa. Wiro Sableng yang dulunya tertidur kini 'hidup kembali' dan orang-orang yang pernah menonton serial TV Wiro Sableng dulu, bisa bernostalgia kembali dengan Wiro Sableng. Apalagi disuguhi dengan musik khas Wiro Sableng. Nyok, langsung kita bahas penilaian untuk film Wiro Sableng "Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212".


Cerita: 7,5/10

Cerita dan percakapan dalam film ini dibuat sederhana dan mudah di cerna, didukung dengan visual yang sangat Ciamik. Seperti cerita-cerita kolosal yang sudah, yang tidak luput dari golongan baik vs golongan jahat. Namun, humor yang disajikan tidak garing, sederhana tidak rasis dan tetap lucu. Hebatnya yang membuat saya kagum adalah, saya lupa durasi saat menontonnya, berati film ini tidak membosankan. 

Tokoh: 8/10

Vino G Bastian sebagai Wiro Sableng
Saya bukannya menilai Vino sudah sempurna untuk membawakan peran Wiro Sableng, tapi dia masih banyak penyesuaian untuk membawakan bocah 'Kunyuk Melempar Buah' ini. Tidak mudah meniru sama persis Wiro Sableng versi Ken Ken. Baiklah mari kita cek siapa saja pemerannya 

Pemain: 

Vino G Bastian sebagai Wiro Sableng Sherina Munaf, Marsha Timothy, Lukman Sardi, Rifnu Wikana, Dwi Sasono, Marcella Zalianty, Marcell Siahaan, Happy Salma, Yayan Ruhian, Ruth Marini, Andy /RIF, Fariz Alfarazi, Yayu Unru, Cecep Arief Rahman, Dian Sidik, Yusuf Mahardika, dan Aghniny Haque.

Santiko, Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi.)
Salah satu yang membuat saya salut adalah Fariz, Pesilat Indonesia yang tegabung dalam Uwais Team. Dia bisa memerankan aksi laga dengan baik, Body bukanlah halangan baginya.

Foto: www.brilio.net
Selanjutnya Sherina Munaf, mendengarkan namanya kita sudah tidak asing lagi. Sekilas seperti seorang penyanyi, dan wanita karir. Tapi siapa sangka, kalau Sherina mampu berakting silat.

Sherina Munaf sebagai Anggini

Anggini adalah murid Dewa Tuak, yang mungkin Dewa Tuak mengenal baik Sinto Gendeng, Guru Wiro Sableng. Nah, mau tau penampakan Dewa Tuak dan siapakah pemerannya? Siapakah dia?
*jeng jeng jengg....

Andy '/Rif' di film Wiro Sableng. |
foto https://kumparan.com




Sinematografi: 9/10

Ini nilai yang saya tunggu-tunggu, sejak dirilisnya teaser Wiro Sableng, saya sudah tidak sabar ingin menonton film ini, bukan karean ada lgoo 20th Century Fox. Ini karena angle kamera dan grading terlihat sangat baik. Nyok kita tonton dulu teaser pertama Wiro Sableng.

Nah, bagaimana? Sejukkan nontonnya? Gradingnya kalau saya boleh kasih nilai, 9/10 juga. Apalagi pada saat adegan di lokasi low light.




Dari sini saya merasakan bahwa tim Life Like Pictures ini sangat bekerja keras dengan penuh semangat. Anak-anak bangsa memberikan kreatif mereka di film ini, baru pertama kali saya melihat sinematografi sebaik ini, terutama untuk film film dengan nuansa kolosal. 

Dan sebagai catatan ada bagian yang kurang detail shadingnya untuk objek 3Dnya, terutama desain  kerajaan. Saya tidak tau kerena faktor apa, tapi yang jelas mereka sudah berusaha maksimal. 

Sound Effect / Scoring: 9,5/10

Saya nggak banyak komen, dan hanya bisa bilang Ciamik! Sepanjang nonton film ini, audionya sungguh bagus, dan yang paling memorable adalah Munculnya Ken Ken dalam film ini. Mungkin sebagai penghormatan untuk sang legenda hidup pemeran Wiro Sableng ini. Merinding saat liat scene ini. 

Ken Ken (kanan) pemeran Wiro Sableng di serial TV
Yang membuat merinding adalah, pada saat scene ini diiringi musik khas pembukaan Wiro Sableng di serial TV, nostalgia banget! Merinding coeg...



Dan di akhir review ini saya mau kasih spoiler seberat-beratnya. Pastikan kamu jangan pulang dulu habis film ini karena ada credit scene yang akan membuat kita tahu bahwa, film ini menjadi salah satu projek dari 20th Century Fox.

Nih seperti ini kira-kira credit scenenya


Untuk skor akhirnya untuk film Wiro Sableng "Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212" adalah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau baca yang mana?

Popular Articles

ELITE?

Expresikan - Lampiaskan - Imajinasikan - Tekadkan.