Selasa, 26 September 2017

[REVIEW] Kingsman: The Golden Circle


Setahun setelah menyelamatkan dunia, bergaul dengan seorang putri asal Swedia dan bergabung dengan jajaran dinas intelijen Kingsman yang mulai lebih baik dari sebelumnya. Eggsy (Taron Egerton) menghadapi ancaman global yang baru dari 'kerajaan' narkotika kelas kakap yang bernama The Golden Circle. ia harus berusaha mengungkap sindikat narkoba itu dengan bantuan 'Rekan' Kingsman, Statesman. 

setelah 1 tahun setelah kejadian part pertama dalam franchise, kali ini Kingsman memiliki lawan kuat yang bernama The Golden Circle, kelompok terorganisir pengedar narkoba terbesar di dunia, didukung teknologi canggih yang mereka miliki, The Golden Circle mampu meretas dan menemukan identitas para anggota Kingsman yang mencoba untuk menghentikan pergerakan mereka lalu membunuh mereka semua, bahkan markas Kingsman ikut hancur oleh mereka. Anggota Kingsman yang tersisa (Eggsy dan Merlin) mengikuti "Doomsday Protocol" yang bertujuan untuk membawa mereka ke Kentucky, tempat organisasi Statesman (organisasi mata-mata rahasia versi United States) berada. Di tempat ini Eggsy dan Merlin bertemu kembali dengan Galahad (Harry Hart) yang seharusnya sudah mati!!! (pada film pertama)


(c) google image

. 


Di tempat lain, The Golden Circle menjadi merajalela setelah mampu melumpuhkan markas Kingsman, mereka menaruh virus di semua narkoba yang ada di seluruh dunia, virus ini mulai mempengaruhi penggunanya bahkan bisa menyebabkan kematian. The Golden Circle meminta presiden untuk 'melegalkan' peredaran narkoba jika ingin menyelamatkan para "pecandu" (baik yang udah maniak sampai yang iseng nyoba.. untung nih gak dimasukin kedalam lem 'a*bon haha) namun jelas ini bukanlah sebuah opsi,  hanya Kingsman + Statesman yang bisa menghentikan semua ini, namun ketika dunia membutuhkan mereka, mereka menghilang (kok malah ke Avatar Aang??!!) 


(c) google image



Dari uraian sinopsis di atas, memang udah menjadi cerita paling umum dari setiap film yang bertema
tentang 'mata-mata', tak ubahnya Mission Impossible-nya Tom Cruise dan agen 007-nya James Bond. Story terkesan 'datar' tanpa tambahan sedikit bumbu penyedap atau sesuatu yang menarik. yang berarti, Statesman yang seharusnya bisa menjadi 'bumbu tambahan dan penyedap' ternyata malah kurang memberi rasa dalam film ini. Durasi film yang cukup panjang (140 menit) akhirnya malah menjadikan film ini memiliki beberapa adegan yang kurang penting. Dua hal yang paling penting yang mampu menyelamatkan film ini dari rasa bosan, yakni adegan Action yang masih over the top tapi tetap menarik untuk tonton meski tidak sesadis pendahulunya dan penceritaan tokoh Villain yang tidak kalah unik meski tidak sebaik Richmond (Samuel L Jackson) di film pertama
(c) google image
Suka tidak suka dan terima tidak terima (maksa amat!! wooi haha) film ini memiliki pesan tentang narkoba yang menimbulkan pro dan kontra yang cukup kuat, semoga hal ini tidak mengurangi minat anda dalam menonton film ini.


penambahan tokoh baru yang berasal dari organisasi Statesman seperti Tequila (Channing Tatum) dan Ginger Ale (Halle Berry) tidak mendapatkan porsi yang cukup untuk mendukung cerita di film ini, terkesal diperkenalkan secara terburu - buru sehingga mereka tampil 'ala kadarnya' sungguh sangat di
sayangkan, karena melihat Channin Tatum adalah salah satu aktor berbakat Hollywood.

(c) google image

Dan ini yang menurut saya ada penokohan yang unik dari film ini, the one and only she is Julianne Moore. entah kenapa ia adalah salah satu aktris yang saya sukai dalam daratan film Hollywood, selalu tampil dengan apa adanya dengan akting yang tidak bisa di ragukan lagi, ahh.. saya masih ingat ketika saya tahu betapa mempesonanya dirinya ketika berperan sebagai Chaty Whitaker dalam film Far From Heaven tahun 2002 persis saya duduk di bangku SMP kelas 2 haha. bagaimana perannya di film ini? seperti yang saya katakan sebelumnya, 'tampil dengan apa adanya, sederhana but classy' walau dia diceritakan sebagi pemimpin organisasi narkoba terbesar di dunia yang sangat unik, kenapa unik? 


Karena sebagai pemimpin The Golden Circle yang memiliki markas tersembunyi di pegunungan yang diberi nama "Poppy Land" yang notabene sebagai organisasi narkoba terbsesar didunia. penampilan dan sifatnya yang "old school" ternyata berbanding terbalik dengan teknologi canggih yang kelompoknya miliki, bahkan dia berhasil menculik Elton John (Gak Tau Elton Jhon? Cari di google!!) untuk melakukan show khusus di Poppy Land markas The Golden Circle.  Meskipun dia seorang Boss narkoba terbesar, ternyata dia tidak ingin anak buahnya memakai narkoba (what the??),  bahkan Poppy tidak segan-segan menghukum mereka jika ada pelanggaran, sungguh sebuah ideologi yang cukup aneh menurut saya  
(c) google image

Meski memiliki banyak uang, ternyata Poppy kesal karena namanya tidak terkenal (yaiyalah.. Kan loe jualnya narkoba bukan jual arem-arem XD), untuk itulah Poppy merencanakan sesuatu untuk melegalkan bisnis Narkoba lengkap dengan pajak, cara peredaran, harga, bahkan siapa-siapa saja yang boleh mengkonsumsi narkoba miliknya. 

saya suka terhadap penokohan penjahat dalam film ini, unik dan beda dari film yang sama bertema tentang agen rahasia, yang biasanya di gambarkan sadis dan dengan tampang yang menyeramkan.

overall film ini memang cukup memuaskan, unsur yang tidak serius karena bercampur dengan komedi. cocok untuk menemani waktu luang diakhir pekan ini :)





  

1 komentar:

Mau baca yang mana?

Popular Articles

ELITE?

Expresikan - Lampiaskan - Imajinasikan - Tekadkan.